Ada Apa dengan "SNMPTN"-Ku?
Hallo rek.. selamat datang diblog aku ini. Aku akan bercerita tentang pengalaman pribadiku. Semoga bisa bermanfaat dan selamat membaca..
Kelas 11 adalah awal perjalananku menentukan untuk melanjutkan studi pasca SMA. pada saat itu, lagi senang-senangnya belajar kimia dan kebetulan pada saat itu pula sedang mempersiapkan diri untuk mengitkuti olimpiade kimia tingkat nasional. Dibimbing oleh guru muda yang sangat baik, menambah kecintaanku untuk semakin mendalami materi tentang kimia.
Tibalah pada saat pendaftaran SNMPTN kakak kelas 12, aku berbincang tentang tujuan kuliah dengan salah seorang kakak kelas yang cukup terkenal di sekolahku. di sela-sela perbincangan, tiba-tiba muncul sebuah pertanyaan "kalau kamu mau melanjutkan kuliah kemana, dek?". akupun terdiam sejenak, lalu aku jawab "Entah" sambil mengangkat kedua tangan keatas. setelah itu, kami melanjutkan perbincangan tentang betapa pentingnya mempersiapkan semua hal yang akan kita jalani nantinya. Dari hasil percakapan itu semua, akupun mulai berpikir kemana aku akan melanjutkan studi pasca SMA ini.
"Mempersiapkan masa depan itu penting, karena itu adalah salah satu ikhtiar kita untuk mendapatkan masa depan yang cerah. Namun, jangan lupa untuk senantiasa berdo'a karena Allah akan memudahkan jalan bagi hambanya yang mau berusaha dan berdo'a"
Pada hari-hari berkutnya, akupun mulai mencari tentang perkuliahan diinternet, jurusan yang aku cari adalah yang ada kaitannya dengan kimia, dan tidak ada pelajaran fisika lagi karena pada saat itu sedang tidak senang untuk belajar fisika (terlalu banyak rumus-rumus). Hehehe. Setelah melakukan pencarian yang cukup rumit, akhirnya saya menemukan jurusan farmasi, yang mana jurusan ini menurut saya sudah memenuhi kriteria sesuai dengan yang saya cari. Kemudian, untuk tujuan universitas kemudian saya menemukan Universitas Airlangga (UNAIR) sebagai tujuan, karena di UNAIR jurusan farmasinya sudah dilengkapi dengan pendidikan profesi apoteker. Jadi, nanti setelah lulus sarjana farmasi, saya bisa langsung melanjutkan pendidikan profesi apoteker langsung di Fakultas Farmasi UNAIR. Selain itu, UNAIR juga termasuk 5 besar universitas terbesar dan terbaik di Indonesia, dan Fakultas Farmasi UNAIR juga sudah terakreditasi A. hal inilah yang kemudian juga membuat saya yakin dan mantap untuk melanjutkan studi di Fakultas Farmasi UNAIR. Sejak dari kelas 11 saya sudah mulai mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi pasca SMA. Caranya adalah belajar dengan giat dan juga selalu berdo'a agar diterima di Fakultas Farmasi UNAIR. do'a saya sangat spesifik, karena memang itu yang saya mau. dalam Al-qur'an pun sudah di sebutkan:
Tibalah pada saat pendaftaran SNMPTN, saya mulai mencari-mencari teman yang ingin mendaftar di UNAIR juga. Namu, dari semua teman yang saya ajak, semua melakukan penolakan dengan alasan takut tidak diterima karena menurut mereka gradenya UNAIR terlalu tinggi. Akhirnya, setelah melalui persetujuan orang tua, serta dukungan dari guru pembimbing OSN saya, saya pun mantap untuk memilih Prodi Pendidikan Apoteker Fakultas Farmasi UNAIR dipilihan 1 saya, prodi kimia UNAIR dipilihan 2, dan Farmasi UNEJ di pilihan 3. Cukup dagdigdug sebenarnya, karena keputusan yang saya ambil cukup ekstrim, melihat bahwa sebelumnya masih belum ada kakak kelas yang diterima di UNAIR. jadi disini saya hanya bisa mengandalkan kekuatan do'a, karena usaha untuk mengikuti SNMPTN ini sudah saya persiapkan sejak kelas 11.
Sembari menunggu pengumuman, sayapun juga belajar untuk mempersiapkan diri dalam ujian SBMPTN jika misal tidak diterima di SNMPTN.
Singkat cerita, tibalah pada saat hari pengumuman SNMPTN, semua anak merasakan euforia yang sama dengan saya. Pada hari itu, saya sengaja memepersiapkan diri untuk melihat pengumuman ba'da dzuhur, maka saya putuskan untuk i'tikaf dulu di masjid dekat SMA saya karena pengumumannya masih jam 14.00 WIB. Lucunya, pada saat sedang asik menunggu tiba-tiba ada seorang anak dari salah satu SMK di daerah saya (mengakunya begitu). Dia menawarkan suatu pekerjaan sejenis MLM hehehe. oke kita skip bagian ini..
Setelah shalat ashar, akupun kembali berdoa semoga apa yang aku inginkan bisa dikabulkan. Lalu, akupun bergegas untuk membuka pengumuman SNMPTN, namun lucunya, aku tidak mengerti bagaimana caranya. Tak berselang beberapa lama, kemudian salah seorang guruku di SMA mengirim screenshot siapa-siapa saja yang diterima. Naaahh disitulah terdapat screenshot milikku. Betapa bahagianya aku kala itu, kemudian akupun bersujud sembari mengucap banyak rasa syukur kepada tuhan yang kuasa yang telah mengabulkan doa-doaku selama ini.
ya begitulah, sedikit kisah dari hidup saya.. pasti kalian kepo kan aku keterima di prodi apa hehehe.. biarlah itu menjadi rahasia saja
oke terima kasih karena sudah berkenan membaca sepenggal kisahku ini. semoga bisa menjadi semangat untuk kalian yang ingin mendaftar kuliah.
"Hidup akan lebih berarti bila bermanfaat untuk orang lain"
sekian..
Kelas 11 pun berlalu. memasuki kelas 12 mulai banyak Universitas-universitas lain yang mulai sosialisasi tentang perkuliahan, dan pertanyaan saya hanya berkutat tentang fakultas farmasi yang ada di universitas tersebut. ada UI dan ITB yang mulai menarik perhatian saya untuk berpaling dari UNAIR. Namun, pada akhirnya saya tetap pada pilihan pertama saya.ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
(ud’uni astajib lakum)
Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan (permintaan) bagimu. (QS Al mukmin 60)
Tibalah pada saat pendaftaran SNMPTN, saya mulai mencari-mencari teman yang ingin mendaftar di UNAIR juga. Namu, dari semua teman yang saya ajak, semua melakukan penolakan dengan alasan takut tidak diterima karena menurut mereka gradenya UNAIR terlalu tinggi. Akhirnya, setelah melalui persetujuan orang tua, serta dukungan dari guru pembimbing OSN saya, saya pun mantap untuk memilih Prodi Pendidikan Apoteker Fakultas Farmasi UNAIR dipilihan 1 saya, prodi kimia UNAIR dipilihan 2, dan Farmasi UNEJ di pilihan 3. Cukup dagdigdug sebenarnya, karena keputusan yang saya ambil cukup ekstrim, melihat bahwa sebelumnya masih belum ada kakak kelas yang diterima di UNAIR. jadi disini saya hanya bisa mengandalkan kekuatan do'a, karena usaha untuk mengikuti SNMPTN ini sudah saya persiapkan sejak kelas 11.
Sembari menunggu pengumuman, sayapun juga belajar untuk mempersiapkan diri dalam ujian SBMPTN jika misal tidak diterima di SNMPTN.
Singkat cerita, tibalah pada saat hari pengumuman SNMPTN, semua anak merasakan euforia yang sama dengan saya. Pada hari itu, saya sengaja memepersiapkan diri untuk melihat pengumuman ba'da dzuhur, maka saya putuskan untuk i'tikaf dulu di masjid dekat SMA saya karena pengumumannya masih jam 14.00 WIB. Lucunya, pada saat sedang asik menunggu tiba-tiba ada seorang anak dari salah satu SMK di daerah saya (mengakunya begitu). Dia menawarkan suatu pekerjaan sejenis MLM hehehe. oke kita skip bagian ini..
Setelah shalat ashar, akupun kembali berdoa semoga apa yang aku inginkan bisa dikabulkan. Lalu, akupun bergegas untuk membuka pengumuman SNMPTN, namun lucunya, aku tidak mengerti bagaimana caranya. Tak berselang beberapa lama, kemudian salah seorang guruku di SMA mengirim screenshot siapa-siapa saja yang diterima. Naaahh disitulah terdapat screenshot milikku. Betapa bahagianya aku kala itu, kemudian akupun bersujud sembari mengucap banyak rasa syukur kepada tuhan yang kuasa yang telah mengabulkan doa-doaku selama ini.
ya begitulah, sedikit kisah dari hidup saya.. pasti kalian kepo kan aku keterima di prodi apa hehehe.. biarlah itu menjadi rahasia saja
oke terima kasih karena sudah berkenan membaca sepenggal kisahku ini. semoga bisa menjadi semangat untuk kalian yang ingin mendaftar kuliah.
"Hidup akan lebih berarti bila bermanfaat untuk orang lain"
sekian..
No comments:
Post a Comment